Solusi Semua Kebutuhan Anda
Header Image Gudang Info

Belajar Sukses dengan Teladani Kisah 4 Pemuda Ini

Knowledge - 26 October 2017

Bagikan

Empat pemuda dari Indonesia berhasil mendobrak industri bisnis di dunia digital. Omzet yang mereka dapatkan pun terbilang ‘Wooow’. Hanya bermodalkan internet dan ide-ide cemerlang, empat pemuda ini kini sukses dengan bisnis digital mereka yang meroket. Siapakah mereka?


CEO Tokopedia William Tanuwijaya


Kesuksesan William Tanuwijaya bermula ketika dirinya bekerja sampingan menjadi seorang penjaga warnet semasa kuliah. Setelah itu, William (sapaannya) juga sempat bekerja di sebuah forum jual beli online di jejaring internet pada tahun 2007. Pada masa itu masih sering terjadi transaksi yang justru menjadi ajang tipu-tipu. William kemudian melakukan sejumlah riset terkait dengan usaha yang berbasis internet.

Berbekal riset itu dan tekad yang kuat, pada tahun 2009 William mulai merintis untuk membangun Tokopedia. William membangun Tokopedia dengan keterbatasan modal. Namun berkat konsistensi dan semangatnya kini Tokopedia kian sukses mengepakkan sayapnya di industri marketplace Indonesia.

Bahkan, pada Agustus 2017, seorang miliarder dari Cina bernama Jack Ma, menyuntikkan danma sebesar USD 1,1 miliar ke Tokopedia. Nominal itu setara dengan Rp 14 triliun.

 Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky


Masih soal bisnis marketplace, Bukalapak ikut meramaikan kancah bisnis digital Indonesia. Berdiri pada 12 Januari 2010, Bukalapak memiliki perjalanan usaha yang lika liku. Sang Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Achmad Zaky berkisah tentang usaha yang dirintisnya ini ditolak oleh sejumlah investor.

Zaky—begitu dirinya disapa bercerita, ketika Bukalapak masih dirintis pada tahun 2010, dirinya mendatangi sejumlah investor untuk memodali usahanya, tapi yang didapat justru penolakan. Namun, berangkat dengan impian besar dan tekad yang kuat, Zaky terus mencari investor. Sampai 7 tahun berdiri, kini Bukalapak telah menghasilkan penadapat mencapai Rp 20 miliar per bulan.

CEO HijUp Diajeng Lestari


Berbeda dengan dua usaha digital di atas, HijUp adalah bisnis fashion muslim online. Bisnis fashion online yang dirintis oleh Diajeng Lestari kian sukses di kancah internasional. Tak hanya bekerja sama dengan desainer lokal, HijUp pun menggandeng desainer dari luar negeri.

Wanita yang akrab disapa Ajeng ini mulai merintis HijUp pada tahun 2011. Mulanya Ajeng terinspirasi merambah bisnis online karena terinspirasi oleh sang suami yang juga pendiri Bukalapak. Bukan tanpa hambatan, Ajeng melakukan pekerjaan rangkap di kantor berukuran 2X3 meter bersama dua orang karyawannya.

Kini HijUp menjadi kiblat dunia fashion muslim. Selain itu, HijUp juga pernah mendapatkan penghargaan dari Youtub karena berhasil menembus angka pelanggan (subscribers) mencapai lebih dari 100 ribu dan dengan jumlah viewers sampai 12 juta jiwa.

CEO Gojek Nadiem Makarim


Siapa yang kini tak kenal dengan Go-Jek? Ya, Go-Jek adalah aplikasi jasa antar berbasis online yang didirikan oleh anak bangsa bernama Nadiem Makarim. Kisah Nadiem memiliki ide mendirikan Go-Jek bermula ketika dirinya prihatin dengan waktu para tukang ojek yang habis hanya menunggu penumpang.

Berbekal ilmu bisnis, pria lulusan Harvard University ini pun mengembangkan aplikasi di telepon seluler bernama Go-Jek. Bagi Nadiem, awal mendirikan Go-Jek merupakan masa yang penuh dengan tantangan. Salah satu kendala utama adalah sulitnya merekrut para pengojek untuk bergabung. Maklumlah, saat itu karena brand Go-Jek belum banyak dikenal seperti sekarang ini.

Berkat kerja kerasnya, kini Go-Jek sudah melebarkan sayapnya hingga hampir ke seluruh penjuru Indonesia.

Bisnis dari 4 pemua ini tidak hanya berhasil melambung di Indonesia saja, tapi juga di kancah internasional. Dengan demikian, para pemuda ini pun berhasil membuka lapangan pekerjaan. Dari hal kecil, ternyata kita bisa menciptakan sesuatu yang besar. Semoga menginspirasi!


Info Terpopuler


Hot Line
Hotline
08111465005